Satu
hal yang paling jarang aku bicarakan adalah perihal kesempurnaan. Aku merasa
kesempurnaan bukanlah topik yang pas untuk aku bicarakan layaknya takdir yang
tak seharusnya dibicarakan terlalu mendalam. Seringkali aku berada dalam
ketidakmengertian tentang pola berpikir manusia-manusia yang selalu menuntut
kesempurnaan. Seolah-olah segala sesutau bisa di rubah sesuai keinginan.
Seperti lupa bawa setiap jiwa diciptakan penuh dengan keterbatasan. Seperti
lupa bahwa yang Maha sempurna sengaja menciptakannya dengan keterbatasan agar
mereka saling membutuhkan. Kekurangan seolah cacat yang bisa membuat seseorang
tidak diterima oleh orang lain. Dalam ketidakmengertian aku bertanya, “bukankah
kita sudah tahu bahwa setiap kita penuh dengan kekurangan dan dengannya kita
saling melengkapi dan itulah yang membuat kita berarti”?
Dalam
perspektifku kekuranganlah yang membuat kita saling membutuhkan. Kekuranganlah
yang membuat kita sadar bahwa kesempurnaan hanyalah milikNya. Lalu kenapa kita
harus complain?
Siapapun
pasti akan setuju bahwa seseorang akan nyaman tinggal di tempat yang sederhana
namun menerimanya dengan ketulusan. Sayangnya sangat sulit untuk mendeteksi
ketulusan seseorang. Padahal ia adalah rasa yang paling penting untuk dimiliki.
Tuluslah yang membimbing kita pada ikhlas. Ikhlas menghantarkan kita pada rasa
syukur dan pada akhirnya kita tak lagi menuntut lebih. Semoga kita trmasuk
orang-orang yang bersyukur. Aamiiin ya Rabbal Aalammiiin..

No comments:
Post a Comment